Pengaruh Media Sosial di Masa Pandemi Covid-19

  Di era globalisasi ini, teknologi di dunia semakin berkembang sangat pesat seiring dengan berjalannya waktu baik dinegara maju maupun negara berkembang seperti negara Indonesia. Teknologi ini sudah menjadi kebutuhan pokok setiap manusia. Teknologi dapat membantu dan mempermudah manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga selesai dengan lebih efektif dan efisien. 

Perkembangan teknologi di era modern sekarang ini akan memberikan dampak yang besar bagi kehidupan manusia. Ditambah lagi dengan munculnya internet yang bisa mempermudah kegiatan manusia dalam segi ekonomi, sosial, pendidikan, Dan sebagainya. Karena internet merupakan akses yang penting dalam berteknologi. Semakin majunya internet maka akan semakin maju pula teknologi yang ada apalagi dalam bermedia sosial. Media sosial pun sudah tidak dapat dilepaskan dari setiap kehidupan manusia. Dari awalnya hanya berkirim kabar melalui surat, kini kita bisa dapat memberitahukan kabar melalui perantara media sosial.

Media sosial atau yang sering disalah tuliskan sebagai sosial media merupakan sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Media sosial meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka berada dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, dan tidak peduli siang atau pun malam.

Perkembangan media sosial membuat kinerja menjadi lebih cepat, tepat, akurat sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan. Media sosialpun banyak jenisnya, adapun media sosial yang kita ketahui yaitu Facebook, Whatsapp, Youtube, Twitter, Instagram, Path, Tumblr, dan media sosial yang lainnya. Dalam Pengguna media sosial ini sangatlah banyak, karena media sosial tidak mebatasi manusia dalam ber sosial di media baik itu anak anak hingga orang tua. Berdasarkan penelitian We Are Social 2020, rata-rata waktu yang dihabiskan orang Indonesia (usia 16-64 tahun) untuk main medsos mencapai 3 jam 26 menit sehari.Angka pengguna medsos di Indonesia pun terus meningkat. Sebanyak 59 persen dari total 272,1 juta orang Indonesia adalah pengguna medsos. Angka ini naik 8,1 persen atau 12 juta orang dibandingkan April 2019.Kini, pengguna medsos di Indonesia mencapai 160 juta orang di mana, 99 persen mengakses media sosial dari smartphone. Pengguna media sosial akan terus bertambah selagi teknologi dan internet yang terus berjalan dengan pesat. Apalagi saat  Covid19 ini muncul, manusia seluruh dunia sangat membutuhkan teknologi dan media sosial dalam kehidupannya. 

Virus Corona atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau biasa disebut dengan COVID-19 merupakan kumpulan virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini mengakibatkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga mengakibatkan pada infeksi pernapasan besar, seperti infeksi paru – paru (Pneumonia) sampai kematian. Virus COVID – 19 ini termasuk dalam kelompok virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan penyebaran Middle – East Respiratory Syndrome (MERS). Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, namun coronavirus (COVID – 19) memiliki beberapa perbedaan dengan SARS dan Mers, antara lain dalam hal kecepatan penyebaran dan gejala – gejalanya. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. 

Covid19 mumcul pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Kasus pertama dikaitkan dengan pasar ikan yang ada di Wuhan. Sejak 31 Desember 2019, kasus ini mengalami peningkatan yang pesat, kemudian mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Saat ini virus tersebut telah menyebar secara global dan menjadikan penyebaran virus ini sebagai pandemi global oleh WHO (World Health Organization). Pada awal tahun 2020 Virus corona 19 ini masuk ke Indonesia dan menyebar kemana mana. Hingga saat ini data yang terkena Covid 19 di Indonesia mencapai 692.838 dengan yang sembuh mencapai 563.980 dan yang meninggal mecapai 20.589 orang akibat covid19. Penyebaran virus ini telah berdampak luas bagi ekonomi, pendidikan dan sosial. Selain itu, juga banyak kontroversi yang ada di media sosial terkait penyakit ini termasuk dalam cara pencegahan dan tata cara menghindari penyebaran virus. Hal ini membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia sendiri, memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Kebijakan PSBB yang dikeluarkan pemerintah ini menekan kan untuk kita selalu berada didalam rumah. Aktivitas yang dilakukan diluar rumah seperti pekerjaan, sekolah, jual beli harus dilakukan didalam rumah agar kita semua terhindar dari penyebaran covid19. Nah disinilah peran teknologi dan media sosial sangatlah berpengaruh besar dalam kehidupan manusia apalgi ditengah pandemi ini. Contohnya seperti pekerjaan kantoran yang biasanya dilakukan di kantor dengan berkumpul dan bersama sama sekarang mereka harus ditetap dirumah tetapi tetap melakukan pekerjaanya dirumah. Pekerjaan mereka membutuhkan informasi dan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan mereka pun memanfaatkan teknologi yang ada melalui media sosial. Mereka bisa saling sapa melalui video call, mencari informasi di internet dari yang terupdate hingga yang sedang hangat dibicarakan oleh publik. Begitupun dengan dunia pendidikan guru, dosen, murid dan mahasiswapun belajar melalui sistem online dimana guru dan siswa berada dirumah dan disambungkan oleh teknologi yang ada. 

Di tengah pandemi covid19 ini media sosial yang banyak digunakan yaitu tiktok. Mungkin sebagian orang sudah tidak asing dengan aplikasi ini, tiktok adalah aplikasi video kreasi yang dilengkapi berbagai filter, musik, dan font yang unik. TikTok biasa dipakai untuk membagikan video kreatif mulai dari bernyanyi, tarian, make up, memasak, dan lain-lain. TikTok kini jadi medsos dengan pertumbuhan pesat menurut jumlah unduhannya, baik di Google Play Store ataupun AppStore. Selanjutnya Whantsapp, semua orang yang mempunyai gadget atau handphone pasti mempunyai aplikasi ini. Whatsaap ini penting dipunyai semua orang karena sebagai alat komunikasi yaitu telphone, videocall ataupun sekedar memberikan pesan dan informasi. lalu ada Facebook dan Instagram aplikasi ini banyak peminatnya karena merupakan ajang bertukar informasi, Cerita, dan apapun itu kita bisa tuangkan dalam aplikasi ini. 

Pengaruh media sosial selama pandemi covid19 ini harus diperhatikan dari segi positif dan ngatifnya. Positif dalam bermedia sosial ini sangatlah banyak salah satunya sebagai informasi, komunikasi antar sesama selama pandemi. Tetapi dalam bermedia sosial ini juga banyak negatifnya yaitu Menurunnya tingkat kesehatan atau imun padahal ditengah pandemi ini imun sangatlah penting untuk terhidar sari covid19. Lalu kemudian bermedia sosial dapat Menimbulkan rasa malas, setelah berlama lama dalam media sosial kita pasti akan malas untuk melakukan apapun itu kita hanya ingi duduk diam dan menatap layar handphone selamanya.  Dan masih banyak lagi pengaruh media sosial dimasa pandemi ini.

So, Tetap jaga Kesehatan dan selalu ingat pesan Ibu (Memakai Masker, Mencuci tangan, dan Jaga jarak)


Komentar

Posting Komentar